Pengajian Rutin Menjelang Ramadhan 1445 H

Penceramah Ust. Nasrul Haq dan Ketua DKM Bahrul Ulum bersama Kabag Tata Usaha BBPPMPV BMTI

CIMAHI, BBPPMPV BMTI – Bagi setiap umat Islam, sangat penting  untuk memahami arti dari kalimat “Marhaban ya Ramadhan“. Ungkapan ini biasa digunakan ketika umat Islam menyambut bulan suci Ramadhan. Di Indonesia, “Marhaban ya Ramadhan” sudah menjadi bagian dari tradisi umat Islam menjelang bulan puasa. Pesan di balik ungkapan ini adalah umat Islam menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan kedamaian.

BBPPMPV BMTI, sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan menggelar pengajian rutin yang dihadiri oleh seluruh pegawai BBPPMPV BMTI. Acara pengajian ini dilaksanakan di Bale Pancaniti pada tanggal 7 Maret 2024, bertepatan dengan 26 Sya’ban 1445 H. Tema yang diangkat adalah “Sambut Ramadhan sebagai bulan untuk meningkatkan iman dan takwa, menuju pribadi ASN ber-AKHLAK”.

Pengajian ini merupakan kegiatan tahunan yang menjadi agenda penting, dalam tradisi Jawa Barat, penyambutan bulan suci Ramadhan dikenal sebagai ”Munggahan”. Menurut literatur, ”Munggahan” merupakan tradisi masyarakat Islam Suku Sunda dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Asal usul istilah ”Munggahan” berasal dari kata “munggah” dalam bahasa Sunda yang berarti bergerak atau keluar dari rutinitas kehidupan sehari-hari.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Bahrul Ulum BBPPMPV BMTI, Wahyu Purnama, S.Si, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan rangkaian acara khusus selama bulan Ramadhan. Acara yang dapat diikuti diantaranya adalah pengajian ba’da sholat Dhuhur, kegiatan sosial berupa santunan bagi yatim piatu, penyediaan takjil bagi yang akan berbuka puasa, dan sholat Ied yang akan diselenggarakan di lapangan BBPPMV BMTI. Menutup laporannya, Wahyu berpesan agar kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan selaku ASN sekaligus hamba Allah.

Seluruh pegawai dan siswa PKL yang hadir dalam acara pengajian

Acara yang khidmat ini dibuka secara langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Wanto, S.T.,M.Eng. Dalam sambutannya, Wanto menyampaikan bahwa bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan Maret hingga April 2024 ini, bersamaan dengan banyaknya agenda kegiatan di lembaga. Sebagian sudah memasuki fase pelaksanaan seperti pelatihan bagi guru dan sebagian masih dalam taraf persiapan seperti program penjaminan mutu, serta kemitraan dan penyelarasan.

Walaupun jadwal kegiatan sudah mulai padat, dengan hadirnya Ramadhan diharapkan agar kinerja pegawai makin meningkat. ”Mari kita bekerja dengan tulus dan niatkan sebagai ibadah,” ujar Wanto, ”Pada hakekatnya, semua yang kita lakukan diarahkan untuk beribadah kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara inti yaitu tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Nasrul Haq. Menurutnya, ada  cara-cara yang dapat diikuti untuk menikmati Ramadhan. Sarannya, jadikanlah atau sadarilah bahwa Ramadhan itu satu karunia, bulan ini sungguh istimewa karena penuh dengan ampunan Allah SWT. Menurut asal katanya, Ramadhan berasal dari kata ramiḍa atau ar-ramaḍ artinya sangat panas atau menghanguskan serta kekeringan. Secara harfiah, artinya puasa Ramadhan dapat membakar dosa yang sudah kita lakukan baik sengaja atau tidak sengaja.

Acara diakhiri dengan salam-salaman saling memaafkan

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah di mana setiap amal ibadah akan mendatangkan pahala berlipat. Salah satu ibadah yang memiliki keutamaan luar biasa di bulan Ramadhan adalah puasa, di mana doa dari orang yang berpuasa dengan tulus hati tidak akan pernah ditolak oleh Allah SWT.

Menurut penjelasan dari Ustadz Nasrul, terdapat tiga golongan yang doanya tidak akan pernah ditolak, yaitu 1) pemimpin yang adil, 2) orang yang dianiaya, dan 3) orang yang berpuasa hingga berbuka. Selain itu, terdapat peristiwa penting dalam bulan Ramadhan, yaitu Nuzulul Quran yang terjadi pada malam turunnya Al Quran, khususnya pada tanggal 17 Ramadhan, yang merupakan malam penuh berkah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan ibadah membaca Al Quran selama bulan Ramadhan.

Pada akhir bulan Ramadhan, terdapat malam yang amat istimewa, yang dikenal sebagai Lailatul Qadar, di mana ibadah pada malam itu setara dengan ibadah selama seribu bulan. Ustadz Nasrul juga menekankan bahwa selain beribadah, bulan Ramadhan juga menjadi momentum untuk meningkatkan etos kerja, karena manfaatnya yang luar biasa dan yang terakhir laksanakan ibadah Ramadhan dengan maksimal dengan dengan berbekal ilmu. Marhaban Ya Ramadhan ***(Penulis Doni TP, Editor Herna.)

 

 

 

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi
BBPPMPV BMTI Kemendikbudristek

Saluran Informasi dan Pengaduan :
Whatsapp : 08112242326
Telepon : (022) 6652326
Fax : (022) 6654698
Email : bbppmpv.bmti@kemdikbud.go.id
Laman : bbppmpvbmti.kemdikbud.go.id

Sosial Media Resmi:
Twitter : @bmti_kemdikbud
Facebook/Youtube/Linkedin : BBPPMPV BMTI Kemdikbud
Instagram/Tiktok : @bmti.kemdikbud