Kuliah Umum bagi Peserta Program Upskilling dan Reskilling

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc. hadir secara daring menyapa 213 orang guru-guru dan kepala SMK yang sedang mengikuti program upskilling dan reskilling berstandar industri serta pelatihan manajerial kepala sekolah di BBPPMPV BMTI. Peserta telah berkumpul di Bale Pancaniti sejak pagi dan antusias mengikuti acara kuliah umum yang diselenggarakan pada hari Rabu, 7 September 2022. Pada kesempatan itu, hadir pula Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Dr. Wartanto, M.M. serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Drs. Teguh Hendri Susanto, M.Pd.

Peserta program upskilling dan reskilling yang menghadiri acara kuliah umum di BBPPMPV BMTI

Di awal acara, Kepala BBPPMPV BMTI, Supriyono, M.Si. menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi yang telah/sedang berjalan di tahun 2022 dan inovasi di bidang pendidikan vokasi. “Target jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sebagai peserta program upskilling dan reskilling ini adalah 2.141 orang,” ujar Supriyono, “Terdiri dari unsur guru, dosen, instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), dan teknisi.” lanjutnya.

“Hingga saat ini, guru-guru masih harus tetap ditingkatkan kompetensinya dan mengikuti perkembangan jaman. Inilah salah satu alasan penyelenggaraan program upskilling dan reskilling.” ungkap Sesditjen Pendidikan Vokasi. Dalam kesempatan itu, Wartanto mengungkapkan pula pentingnya sarana prasarana, kerja sama sekolah dengan pihak industri, kualitas guru, dan proses pembelajaran di sekolah. ”Guru harus berubah dan menguasai teknologi informasi.” tegasnya.

Pada acara kuliah umum ini, Dirjen Pendidikan Vokasi memaparkan materi tentang Transformasi Pendidikan Vokasi : Menuju Peningkatan Kualitas dan Kemandirian Bangsa. Menurutnya, tahun  2045  merupakan momentum bersejarah, karena Indonesia genap berusia 100 tahun atau satu abad Indonesia. Pencapaian impian dan visi Indonesia 2045 dibangun dengan 4 pilar berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Keempat pilar itu terdiri dari :

(1) Pembangunan Manusia serta Penguasaan IPTEK,

(2) Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan,

(3) Pemerataan Pembangunan, dan

(4) Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Lebih lanjut Dirjen Diksi menjelaskan bahwa untuk menciptakan SDM yang berkualitas di era industri 4.0 diperlukan Transformasi Pendidikan Vokasi yang mendorong perubahan untuk berorientasi pada fasilitasi peserta didik yang memiliki keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan informasi dan teknologi serta tantangan dunia usaha dan dunia industri. “Transformasi mencakup transformasi di lingkup SMK, Perguruan Tinggi Vokasi, dan Kursus Pelatihan,” ungkapnya.

“Pendidikan di masa depan diarahkan pada Merdeka Belajar,” ujar Kiki Yuliati. Perubahan sistem pendidikan di masa depan mengarah pada :

  • belajar menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan,
  • sistem terbuka (kerja sama antarpemangku kepentingan),
  • guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar,
  • pelatihan guru berdasarkan praktik, pedagogi berbasis kompetensi dan nilai-nilai, kurikulum dan penilaian,
  • pendekatan berbasis kebutuhan individu dan berpusat pada siswa,
  • kurikulum berdasarkan kompetensi dan sebagai kerangka/menu,
  • fokus kepada keterampilan lunak (soft skill), dan
  • pengembangan karakter, penilaian bersifat formatif/mendukung, penilaian berdasarkan portfolio.

Menurut Kiki Yuliati, peran BBPPMPV dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi adalah melaksanakan pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi, pengembangan model pembelajaran berbasis industri, penguatan kerja sama satuan pendidikan dengan industri, pengelola data dan informasi kemitraan dengan industri, dan peningkatan kompetensi PTK berbasis industri.

Peran BBPPMPV dalam mendukung Transformasi Pendidikan Vokasi (sumber : Ditjen Diksi)

Acara kuliah umum ini diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMK dan industri pasangan. Hal ini merupakan perwujudan dari program Ditjen Pendidikan Vokasi yaitu link and match antara SMK dan industri, selain itu BBPPMPV BMTI telah melaksanakan perannya untuk melakukan penguatan kerja sama antara satuan pendidikan dengan industri. (Herna). 

Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati turut menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMK dengan industri

Beri penilaian untuk berita ini!