MENGENAL SISTEM BIOMETRIK

                                                            

Oleh :
Heri Cahyadi Setiawan,S.ST., M.T.
Widyaiswara Ahli Muda

Apa Itu Biometrik ?

Hampir di setiap perkantoran sekarang sistem pencatatan absensi sudah menggunakan sidik jari yang ditempelkan pada sebuah mesin yaitu fingerprint. Sebetulnya banyak teknik yang digunakan saat ini untuk proses otentifikasi selain menggunakan sidik jari/sistem biometrik seperti penggunaan password, PIN , namun masih belum memberikan perlindungan yang aman. Penggunaan sidik jari dalam pencatatan keluar masuknya pegawai dinilai sangat efektif dan aman dibandingkan dengan menggunakan cara konvensional karena dengan  cara ini dapat menghindari pegawai yang menitip pencatatan absensi. Selain sidik jari, ada juga sistem absensi yang menggunakan  retina mata. Retina mata dihadapkan pada alat retinal scan yang bekerja secara digital mendeteksi untuk meneliti lapisan pembuluh darah di belakang selaput mata.

Penggunaan sidik jari dan retina mata dalam pencatatan absensi ini merupakan Sebagian dari sistem pencatatan yang menggunakan teknologi biometrik

Pengenalan biometrik mengacu pada pengenalan individu berdasarkan karakteristik anatomi dan perilaku mereka seperti sidik jari, wajah, iris, dan suara.

 

  • Identifikasi Personal

Identifikasi personal merupakan proses menentukan atau memverifikasi identitas seseorang. Ada tiga metode yang dapat digunakan untuk mengenali seseorang yaitu :

  1. Apa yang diketahui oleh seseorang. Hal ini terkait dengan informasi pribadi/rahasia yang dimiliki oleh seseorang. Contoh : kata sandi, nomor identifikasi pribadi (PIN).
  2. Apa yang diketahui dan dimiliki seseorang secara ekstrintik. Hal ini berkaitan dengan kepemilikan seseorang terhadap dokumen/perangkat secara eksklusif. Contoh : KTP, SIM, Paspor, Telepon Genggam.
  3. Identitas seseorang secara intrinsik. Hal ini berkaitan dengan sifat fisik dan perilaku yang melekat pada seseorang yang dikenal sebagai penganalan biometrik.

Metode pengenalan seseorang dengan menggunakan metode pertama dan kedua memiliki kekurangan yaitu mudah hilang, rusak atau dicuri orang. Untuk metode yang ketiga yaitu  pengenalan identitas seseorang secara intrinsik melalui pengalan biometrik   merupakan metode pengenalan yang alami dan lebih andal. Hal ini dikarenakan pengenalan biometrik melekat pada seseorang dan lebih sulit untuk dimanipulasi. Ciri ciri biometrik ini memiliki hubungan yang kuat dan relatif permanen antara seseorang dan identitasnya.

Proses otentifikasi dengan sistem biometrik ini mengharuskan pengguna hadir pada saat otentifikasi. Hal ini dapat mencegah penyangkalan seseorang terhadap identitasnya.

Gambar Tiga Pendekatan untuk Mengenali Identitas Seseorang

 

  • Sistem Biometrik

Sistem biometrik mengenali dan mengukur satu atau lebih karakteristik fisik  Karakteristik fisik yang diukur antara lain  : sidik jari, wajah, iris, retina, telinga, suara, informasi DNA. Informasi DNA ini mengacu pada asam deoksiribonukleat, yang berisi informasi genetik yang diperlukan untuk perkembangan dan fungsi makhluk hidup.

 

  • Tahap Pendaftaran dan Pengenalan

Dalam sistem biometrik , identifikasi pengguna dilakukan berdasarkan karakter fisik dan perilakunya. Proses identifikasi ini terdiri dari dua tahap utama yaitu :

1.Tahap Pendaftaran
Dalam tahap pendaftaran , informasi biometrik dari seseorang  akan disimpan dalam database bersama dengan identitas orang tersebut., Data biometrik yang diperoleh tsb selanjutnya diproses untuk mengekstrak fitur yang menonjol dan khas.

2.Tahap Pengenalan
Dalam tahap pengenalan, data biometrik diambil kembali dari individu lalu dibandingkan dengan data yang telah disimpan untuk menentukan identitas dari pengguna.

Sistem biometrik ini pada dasarnya adalah pengenalan pola atau pencocokan pola yang terdiri dari 4 bagian yaitu :

a. Sensor
b. Fitur Ekstraktor
c. Database
d. Pencocokan Biometrik

 

1. Modul Sensor
Modul sensor biometrik digunakan untuk mengukur atau merekam data biometrik mentah dari pengguna. Data biometrik mentah ini berbentuk gambar dua dimensi kecuali suara. Tanda tangan, bau dan DNA. Untuk data biometrik berbasis gambar, faktor resolusi, Kecepatan frame dan sensitifitas kamera memegang peranan penting dalam menentukan kualitas dari gambar.

Gambar Karakteristik Tubuh yang digunakan untuk Pengenalan Biometrik
Blok Diagram dari Sistem Biometrik

2. Modul Ekstraksi

Data biometrik mentah yang berasal dari sensor akan melalui pra pemrosesan sebelum diektraksi. Ada tiga langkah dalam pra pemrosesan yaitu :

  1. Penilaian kualitas

          Kualitas dari sampel biometrik ini perlu dilakukan penilaian untuk menentukan layak tidaknya diproses lebih lanjut

  1. Segmentasi

          Langkah ini dilakukan untuk memisahkan data biometrik yang diperlukan dari latar belakang yang tidak diperlukan.

  1. Peningkatan kualitas

          Data biometrik yang tersegmentasi tadi akan dilakukan peningkatan kualitas untuk mengurangi gangguan pada gambar.

3. Modul Database

Modul Database ini berfungsi sebagai Gudang informasi biometrik. Sekumpulan fitur yang diekstraksi dari sampel biometrik mentah disimpan dalam database Bersama dengan beberapa identitas pribadi seperti nama, alamat dll. Hal yang harus diperhatikan dalam modul database ini adalah apakah penyimpanan dalam database  akan terpusat atau desentralisasi. Hal ini penting karena untuk menghidari penyalahgunaan informasi biometrik.

4. Modul Pencocokan Biometrik

Tujuan dari pencocokan biometrik ini adalah untuk membandingkan cocok atau tidaknya sampel yang diambil dengan template yang tersimpan di database. Perbandingan ini menggunakan nilai kecocokan . Skor kesamaaan yang tinggi menunjukan kesamaan yang lebih besar antara sampel yang diambil dengan template yang tersimpan.

  • Jenis Jenis Sistem Biometrik

1.Sidik Jari

Pemindai sidik jari ini sudah banyak digunakan. Seperti pemindai sidik jari yang ada pada Smartphone, mesin absensi, kunci rumah. Pemindai sidik jari ini merupakan jenis dari otentifikasi berbasis biometrik yang paling banyak digunakan.

2.Pemindai Retina

Masing masing orang memili pola unik pada bagian retina sehingga dapat digunakan untuk proses otentifikasi

3.Pemindai Iris

Pemindai iris hampir sama dengan pemindai retina yaitu mencari pola yang unik di bagian mata, hanya cara yang digunakan lebih kompleks.

4.Pemindai Wajah

Pengenalan identitas seseorang dapat menggunakan wajah karena setiap orang memiliki struktur dan rupa wajah yang berbeda beda.

5.Pengenalan Suara

Suara digunakan untuk proses otentifikasi karena setiap orang memiliki nada yang berbeda/unik

 

  • Penerapan Biometrik

Contoh penerapan biometrik adalah :

1.Penegak Hukum

Di beberapa negara , kalangan penegak hukum menggunakan teknologi biometrik ini untuk menggumpulkan data kriminal melalui deteksi wajah kamera CCTV di tempat tempat umum

2.Imigrasi

Setiap orang yang berpergian ke luar negeri tentunya harus memiliki dokumen paspor. Dalam paspor ini terdapat informasi terkait sidik jari, foto dan tanda tangan. Pada saat kita memasuki suatu negara maka akan dilakukan  proses identifikasi melalui alat pemindai sidik jari dan wajah.

3.Bidang Kesehatan

Teknologi biometrik digunakan juga dalam bidang Kesehatan. Contohnya adalah penggunaan sidik jari dan foto dalam penyelenggaraan program keseahatan agar program tersebut tidak disalahgunakan .

4.Kependudukan

Di Indonesia sekarang sudah menggunakan E-KTP dalam pencatatan data penduduknya dimana didalamnya mengandung informasi terkait sidik jari dari seseorang

5.Akses Tempat/Sistem

Penerapan teknologi biometrik ini juga banyak digunakan untuk otentifikasi masuk ke suatu tempat. Misalnya ke suatu ruangan dengan menggunakan sidik jari. Selain akses ke suatu tempat teknologi biometrik ini juga digunakan untuk akses ke suatu sistem misalnya akses ke Smatphone.

6.Pencatatan Kehadiran

Banyak sekali perkantoran sekarang menggunakan alat pemindai sidik jari, retina atau wajah untuk pencatatan kehadirannya.

 

  • Manfaat Biometrik

Penggunaan teknologi biometrik ini dapat memberikan manfaat yang besar diantaranya :

  1. Tingkat keamanan dan akurasi yang tinggi
  2. Sulit untuk dipalsukan
  3. Penggunaannya lebih cepat dan praktis
  4. Resiko untuk dibajak rendah

 

Daftar Pustaka

  1. Anil K. Jain. “Intoduction to Biometrics”, New York : Springer, 2011.
  2. Michigan State University. (2009).  What is Biometrics. Diakses pada 27 Juli 2022 darI https://biometrics.cse.msu.edu/info/index.html
  1. Asit Kummar Datta. “Face Detection and Recognition”, New York : CRC Press, 2016.
  2. (2022). Apa itu Biometrik ? Diakses pada 08 Agustus 2022 darI https://esign.mekari.com/blog/biometrik/
  3. Michigan State University. (2009). Jenis Sistem Biometrik? Diakses pada 08 Agustus 2022 darI https://techno.okezone.com/read/2017/04/04/207/ 1658328/jenis-sistem-biometrik-yang-banyak-digunakan

Beri penilaian untuk berita ini!