PERTAMA DI TAHUN 2022, DITJEN DIKSI GELAR RAPAT KERJA HUMAS DAN PUBLIKASI

Bekasi – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi kembali menggelar Rapar Kerja Humas dan Publikasi Tahun 2022. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 28 sampai dengan 31 Maret 2022 ini bertempat di Harris Hotel & Convention Bekasi. Dengan tema “Bicara Vokasi, Bicara Masa Depan”, kegiatan ini diharapkan dapat membuahkan hasil berupa citra vokasi yang menjadi pilihan pekerjaan bagi siswa dan mahasiswa di masa yang akan datang.

Dalam pembukaan, Koordinator Bidang Pelayanan Umum, Hubungan Masyarakat, dan Publikasi, Triana mengungkapkan bahwa selama kurang lebih dua tahun berdirinya Ditjen Vokasi, Bidang Humas dan Publikasi telah melakukan banyak hal untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan vokasi. Akan tetapi program tersebut belum sepenuhnya efektif.

Dari hasil survey, terlihat bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi masih belum tinggi. Penyebabnya dikemukakan dalam analisis sederhana bahwa strategi komunikasi dan kurangnya koordinasi dengan semua satuan kerja maupun direktorat yang ada di bawah Diksi. Padahal untuk mempublikasikan program dan melakukan rebranding tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus terkoordinir dan saling berkaitan.

Menurut Sekretaris Ditjen Vokasi, Wartanto, pendidikan vokasi perlu dikenalkan agar masyarakat tahu. “Selama ini masyarakat kebanyakan mengenal D-III. Padahal pendidikan vokasi itu ada dari SMK hingga D-IV, bahkan jenjang vokasi yang lebih tinggi pun ada”, ungkapnya.

“Selama ini masalah vokasi adalah selalu dijadikan pilihan kedua”, tambah Wartanto. Setiap elemen dalam Diksi harus mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap vokasi sehingga vokasi diisi oleh masyarakat yang memiliki passion untuk bekerja di bidang vokasi yang dikehendakinya.

Pembukaan tidaklah meriah tanpa ada sambutan dari Direktur Jenderal Vokasi, Wikan Sakarinto. Dalam pidatonya, Wikan mengungkapkan hal yang kurang lebih sama dengan dengan para narasumber sebelumnya. “Ini memang menjadi PR kita. Kita harus kreatif dalam mempublikasikan pendidikan vokasi, buatlah gathering, undang tokoh masyarakat yang opininya bisa mempengaruhi masyarakat, undang bupati, gubernur, atau kepala masyarakat”, ungkap Wikan.

Jangan lupakan industri. Buat kerjasama dan salurkan lulusan-lulusan vokasi ke industri agar masyarakat semakin tahu bahwa lulusan vokasi siap kerja dan keterserapannya di DUDI tergolong tinggi. “Publikasikan pekerjaan kita sekencang mungkin. Ajak media, berkreasilah di media sosial, selalu aktif dalam mempromosikan vokasi, dan jika perlu jemput bola dan buatlah sosialiasi”, imbuhnya. (VITA)

Beri penilaian untuk berita ini!