Peserta Diklat Moda Daring, Mengikuti Kuliah Umum dari Pejabat Kemendikbud

PPPPTK Bidang Mesin dan Teknik Industri menyelenggarakan Kegiatan Video Conference Kuliah Umum dengan Pemateri Tamu (Guest Lecture) yang disampaikan oleh pejabat di lingkungan Kemendikbud. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2020, yang ditujukan kepada seluruh peserta diklat moda daring sebanyak 1522 Guru SMK.

Kepala PPPPTK BMTI beserta pejabat struktural

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala PPPPTK BMTI Supriyono, M.Si, beliau menyampaikan bahwa diklat daring ini merupakan salah satu upaya produktif guna peningkatan kompetensi guru kejuruan, selama masa Bekerja dari Rumah (BDR) sebagai pencegahan penyebaran Covid-19. 

Materi pertama tentang Kebijakan Pola Diklat dan Pengembangan Karir Guru Sekolah Menengah disampaikan oleh Dr. Praptono, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud.

“Ada 3 model kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yakni Dimensi Penguasaan Pengetahuan Profesional, Dimensi Praktik Pembelajaran Profesional , Dimensi Pengembangan Profesi Berkelanjutan” ujarnya. Kemudian beliau mendorong para guru peserta diklat untuk menjadi guru penggerak di tempat tugasnya masing masing.

Paparan Materi dari Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud, Dr. Praptono

Adapun pemateri kedua disampaikan oleh Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud Ir. Hendarman, M.Sc.,Ph.D beliau menekankan pentingnya Pendidikan Karakter untuk Kebekerjaan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada tantangan era revolusi industri. 

Penguatan karakter menuju SDM unggul :

  1. Menciptakan manusia yang berkarakter secara kognitif, moral, dan berkompeten (creative, critical thinking, collaboration, communication, dan compassion)
  2. Meningkatkan gotong royong antara sekolah, keluarga, dan masyarakat
  3. Menanamkan profesionalisme sejak dini dalam rangka menyiapkan SDM unggul dan berkarakter
  4. Pendidikan karakter tidak hanya ada dalam kurikulum namun juga dalam konten kehidupan bermasyarakat
  5. Menghidupkan kembali kearifan lokal di setiap daerah untuk menumbuhkan keberagaman dan nilai-nilai Pancasila

Beri penilaian untuk berita ini!