Belajar Matematika Menyenangkan Dengan Media Permainan Engklek

GTK, Jakarta – Menghadirkan belajar matematika yang menyenangkan bagi anak tunarungu, Zakiyah, Guru dari SLB Negeri Seduri Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur membuat sebuah  karya inovasi pembelajaran dengan permainan Engklek.

Karya Inovasi pembelajaran ini menghantarkan dia terpilih menjadi salah satu finalis pada ajang Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Guru Pendidikan Menengah dan Khusus, yang diadakan oleh Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Dirjen GTK, Kemendikbud.

Ini merupakan karya inovasi pembelajaran  kedua yang diciptakan oleh Zakiyah. Karya pertamanya dia berjudul Media Beberan Jual Beli Solusi Kesulitan Mengenal Nilai Uang Pada Anak Tunarungu. Pada lomba Inobel kali ini karya yang dia buat adalah Pengembang Model Permainan Engklek Untuk Meningkatkan  Kemampuan Belajar Matematika Siswa Tunarungu di SLB Seduri Mojokerto.

Dia mengatakan dua media pembelajaran yang dia buat bertujuan sama, yakni  bagaimana agar anak-anak tunarungu dalam belajar matematika tidak merasa tertekan. Melalui media pembelajaran ini bertujuan agar mereka  merasa senang saat belajar matematika.

Menurutnya dengan media pembelajaran yang dia buat juga membantu anak-anak tunarungu mudah untuk memahami belajar matematika.

“Permainan Engklek memberikan proses visualisasi pada anak tunarungu. Sebab mereka hanya mengandalkan penglihatan saja. Sedangkan selama ini materi pembelajaran matematika pendekatan  secara tulisan jadi anak merasa kesulitan dalam memahami materi matematika yang bersifat verbal. Maka itu  anak membutuhkan media yang bersifat visual sehingga anak lebih mudah menerima penjelasan visual seperti ini dan juga anak tidak merasa tertekan karena matematika pelajaran yang sulit banyak yang ditakuti anak-anak misalnya penjumlahan , pengurangan. Kalau dijelaskan secara verbal otomatis anak tunarungu akan sulit menerima atau memahaminya, ” jelasnya saat ditemui disela-sela  kegiatan Lomba Inobel ini di Aston Marina Ancol, Kamis (28/12).

Berdasarkan penjelasan dia diatas maka Zakiyah terus berusaha mencari jalan keluar agar anak-anak tunarungu merasa senang saat belajar matematika.

“Maka itu saya berusaha untuk membuat inovasi pembelajaran bagaimana media itu bersifat visual agar anak tunarungu dengan mudah menerima penjelasan tersebut,” imbuhnya.

Dia menjelaskan model permainan Engklek ini baru masuk materi penjumlahan terlebih dahulu. Dan anak-anak baru diberi materi penjumlahan dua angka dan maksimal tiga angka.

Dia mengungkapkan bahwa inovasi pembelajaran yang telah dia buat memberikan pengaruh positif bagi anak-anak. Melalui media pembelajaran yang dia buat anak-anak belajar matematika dengan penuh riang gembira.

“Ada pengaruhnya. Anak tidak lagi merasa tertekan, dan anak sosialnya juga meningkat, biasanya diam saat belajar menghitung. Dengan adanya media ini mereka bisa berkomunikasi dengan temannya kemudian mau bertanya dan ada yang mau menjelaskan mana yang benar.Dengan permainan sederhana ini memberikan kesan yang menyenangkan bagi anak-anak,” jelasnya.

sumber : GTK

Beri penilaian untuk berita ini!