Koordinasi Pengelola Satker Kemdikbud

Sebanyak 110 satker di bawah lingkungan Kemendikbud dari berbagai daerah di Indonesia diundang dalam Rapat Koordinasi Pengelola Satker di Lingkungan Kemendikbud 2019. Kegiatan ini dibuka langsung Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, Ph.D didampingi Kepala Pustekkom (Kapustekkom), Gogot Suharwoto, Ph. D beserta jajaran pada hari Rabu (11/9) malam di Hotel Kristal, Jakarta.

Dalam sambutannya, Bapak Didik menghimbau agar pengelola satker memperhatikan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang akan dilakukan pada tahun 2020. Ia juga meminta satker-satker untuk memperbaiki tata kelola TIK sebagai salah satu capaian dari adanya rakor ini.

Ia juga mengingatkan satker untuk menggunakan aplikasi-aplikasi yang dimiliki Kemendikbud untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam melakukan pekerjaan seperti penggunaan Aplikasi Persuratan Elektronik (E-Office) dan Pos Elektronik (Email) Kemendikbud sebagai cara untuk mengimplementasikan SPBE di lingkungan Kemendikbud yang akan memudahkan koordinasi antar satker/unit kerja.

“Koordinasi adalah salah satu hal yang penting karena di era digital ini kita tak lagi menginginkan hasil kerja yang berorientasi kepada laporan saja namun tak bisa dirasakan masyarakat“, ujar Bapak Didik.

Oleh karenanya, rapat koordinasi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pendidikan sehingga SPBE mampu dirasakan di dunia pendidikan. Program-program kerja hendaknya saling bersinergi, bukan tumpang tindih. Bahkan ia meminta satker-satker daerah bisa memberikan pelayannan dengan mengajak guru-guru yang ada di daerah untuk membuat video pembelajaran yang bisa ditampilkan di Rumah Belajar (Rumbel) dan TV Edukasi.

“Saling sinergi, itulah yang penting dengan adanya SPBE kita bisa melihat program-program kerja yang ada berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) yang sudah disusun hingga capaian kinerja akan terukur dan dirasakan masyarakat“, kata Bapak Didik.

Dalam sambutannya, Bapak Didik menghimbau agar pengelola satker memperhatikan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang akan dilakukan pada tahun 2020. Ia juga meminta satker-satker untuk memperbaiki tata kelola TIK sebagai salah satu capaian dari adanya rakor ini.

Ia juga mengingatkan satker untuk menggunakan aplikasi-aplikasi yang dimiliki Kemendikbud untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam melakukan pekerjaan seperti penggunaan Aplikasi Persuratan Elektronik (E-Office) dan Pos Elektronik (Email) Kemendikbud sebagai cara untuk mengimplementasikan SPBE di lingkungan Kemendikbud yang akan memudahkan koordinasi antar satker/unit kerja.

“Koordinasi adalah salah satu hal yang penting karena di era digital ini kita tak lagi menginginkan hasil kerja yang berorientasi kepada laporan saja namun tak bisa dirasakan masyarakat“, ujar Bapak Didik.

Oleh karenanya, rapat koordinasi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pendidikan sehingga SPBE mampu dirasakan di dunia pendidikan. Program-program kerja hendaknya saling bersinergi, bukan tumpang tindih. Bahkan ia meminta satker-satker daerah bisa memberikan pelayannan dengan mengajak guru-guru yang ada di daerah untuk membuat video pembelajaran yang bisa ditampilkan di Rumah Belajar (Rumbel) dan TV Edukasi.

“Saling sinergi, itulah yang penting dengan adanya SPBE kita bisa melihat program-program kerja yang ada berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) yang sudah disusun hingga capaian kinerja akan terukur dan dirasakan masyarakat“, kata Bapak Didik.

Dalam Rakor ini juga diberikan materi oleh Kabid Pengembangan Jejaring, Bapak Gatot Pramono, M.PET yang mengajak peserta untuk duduk bersama melakukan perencanaan TIK. Setelahnya Materi Satu Data Indonesia dari Bapak Taufikkurahman Ginting (Kasubbid Pengkajian dan Perencanaan) dan Bapak Aries Setio N (Kasubbid Perancangan dan Pemeliharaan) menyampaikan Keamanan SPBE.

sumber :

http://jardiknas.kemdikbud.go.id/2019/09/buka-rakor-pengelola-lan-satker-sesjen-kemendikbud-minta-spbe-harus-dirasakan-masyarakat-pendidikan/

Beri penilaian untuk berita ini!